Upaya Merintangi Tegaknya D4ul4h Islam
Upaya Merintangi Tegaknya D4ul4h Islam
Kitab Ad-D4ul4h al-Islamiyyah menjelaskan bahwa
setelah runtuhnya Kh1l4f4h Utsmaniyah tahun 1924, negara-negara penjaj4h Barat
tidak hanya berusaha menghancurkan D4ul4h Islam yang ada, tetapi juga menyusun
berbagai strategi agar D4ul4h Islam tidak bangkit kembali. Berbagai hambatan
ini merupakan faktor utama yang menghalangi kembalinya penerapan Islam secara
kaffah dalam kehidupan umat.
1. Penghapusan Institusi Kh1l4f4h
Langkah paling besar untuk merintangi tegaknya kembali D4ul4h
Islam adalah penghapusan Kh1l4f4h oleh Mustafa Kemal tahun 1924.
"Pada tahun itu Mustafa Kemal menghapus Kh1l4f4h dan
menjadikan Turki sebagai republik demokratis."
Argumen :
- Kh1l4f4h adalah simbol persatuan
politik umat.
- Selama Kh1l4f4h ada, umat masih
memiliki pusat kepemimpinan.
- Dengan menghapus Kh1l4f4h, umat tercerai menjadi negara-negara nasional.
Dalil yang dijadikan landasan kewajiban Kh1l4f4h
Kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz 2 memasukkan
pembahasan khusus tentang:
- انعقاد الخلافة (akad Kh1l4f4h)
- البيعة (baiat)
- طريقة نصب
الخليفة (cara pengangkatan Kh4l1f4h)
- طلب الخلافة (kewajiban menegakkan Kh1l4f4h)
2. Menanamkan Demokrasi dan Sistem Barat
Setelah Kh1l4f4h runtuh, penjajah tidak cukup hanya
menghancurkan negara Islam, tetapi juga menggantinya dengan sistem demokrasi,
nasionalisme, dan kapitalisme.
Hujjah :
- Jika umat tetap menerima sistem
Barat sebagai sistem hidup,
- maka mereka tidak akan merasa perlu
mendirikan D4ul4h Islam.
Karena itu penjajah berusaha menjadikan demokrasi sebagai
satu-satunya sistem yang dianggap sah.
Kitab Afkar Siyasiyah menjelaskan bahwa setelah Kh1l4f4h dihancurkan, pemikiran politik Islam digantikan oleh pemikiran politik Barat.
3. Menyebarkan Nasionalisme dan Patriotisme
Salah satu penghalang terbesar tegaknya D4ul4h Islam adalah:
- nasionalisme (qawmiyah)
- patriotisme/wathaniyah
- fanatisme kebangsaan
Karena D4ul4h Islam dibangun atas dasar akidah Islam, bukan
ras, suku, atau bangsa.
Kitab Nida' Har ila al-Muslimin menjelaskan bahwa ukhuwah Islamiyah diputus lalu diganti dengan ikatan kebangsaan dan nasionalisme.
Argumen
Jika umat lebih loyal kepada:
- Indonesia
- Mesir
- Turki
- Pakistan
daripada kepada umat Islam secara keseluruhan, maka persatuan politik Islam tidak akan terbentuk.
4. Membuat Umat Sibuk dengan Aktivitas Non-Politik
Kitab menjelaskan adanya upaya mengalihkan perhatian umat
dari perjuangan politik Islam menuju:
- aktivitas sosial
- kegiatan moral
- amal karitatif semata
Banyak organisasi dan perkumpulan membuat umat menjauh dari
aktivitas politik yang diwajibkan syariat untuk menegakkan D4ul4h Islam.
Argumen
Kitab membedakan antara:
|
Aktivitas |
|
Perbaikan moral individu |
|
Penegakan sistem Islam |
Perbaikan akhlak penting, tetapi tidak cukup untuk mengganti sistem pemerintahan yang menerapkan hukum selain Islam.
5. Melarang Partai Politik Islam
Berbagai negara membuat undang-undang yang:
- membatasi gerakan Islam
- melarang partai Islam
- mensyaratkan demokrasi sebagai asas
partai
Sehingga:
Partai politik Islam tidak dapat bergerak untuk menegakkan D4ul4h
Islam.
Hujjah
Dalam kitab At-Takattul al-Hizbi dijelaskan bahwa
keberadaan partai politik Islam dipandang sebagai metode penting dalam
perjuangan politik umat.
Karena itu, pembatasan terhadap partai Islam menjadi salah satu alat untuk menghambat kebangkitan Islam.
6. Menguasai Pendidikan dan Pemikiran
Kitab Mafahim H1zb at-T4hrir menjelaskan bahwa
kemunduran umat berawal dari kelemahan pemahaman terhadap Islam.
Menurut kitab:
- kurikulum Barat
- budaya Barat
- cara berpikir sekuler
menyebabkan umat tidak lagi memahami Islam sebagai sistem
kehidupan.
Akibatnya
Muncul generasi yang:
- memahami Islam hanya sebagai ibadah
ritual,
- tidak memahami Islam sebagai sistem
negara,
- tidak memahami hukum pemerintahan Islam.
7. Membentuk Pemerintah-Pemerintah Lokal yang Tunduk kepada
Barat
Setelah penjajahan berakhir secara formal, negara-negara
Barat tetap mempertahankan pengaruh melalui:
- rezim lokal,
- elite politik,
- penguasa yang bergantung kepada Barat.
Pemerintah-pemerintah yang tunduk kepada Barat menjadi salah satu hambatan besar dalam jalan menuju D4ul4h Islam.
8. Menanamkan Ketakutan terhadap Kh1l4f4h
Dalam kitab Ad-D4ul4h al-Islamiyyah dijelaskan bahwa
umat dibuat sulit membayangkan bentuk pemerintahan Islam karena dominasi budaya
dan pemikiran Barat.
Bentuknya
Menurut analisis kitab:
- Kh1l4f4h digambarkan sebagai
ancaman.
- Syariah digambarkan menakutkan.
- Pemerintahan Islam digambarkan
tidak realistis.
Akibatnya umat sendiri menjadi ragu terhadap sistem Islam.
Dalil-Dalil yang Dijadikan Landasan Kewajiban Menegakkan D4ul4h
Islam
Dalam Muqaddimah ad-Dustur digunakan ayat:
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ
"Hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka
dengan apa yang Allah turunkan."
(QS al-Maidah: 49)
Juga:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki?" (QS al-Maidah: 50)
Menurut kitab, ayat-ayat ini menunjukkan kewajiban berhukum
dengan syariat secara menyeluruh, yang menurut penulis tidak dapat terlaksana
sempurna tanpa adanya negara yang menerapkannya.
Kesimpulan
Menurut kitab Ad-D4ul4h al-Islamiyyah, upaya
merintangi tegaknya D4ul4h Islam meliputi:
- Menghapus Kh1l4f4h.
- Menanamkan demokrasi dan
kapitalisme.
- Menyebarkan nasionalisme dan
patriotisme.
- Mengalihkan umat kepada aktivitas
non-politik.
- Membatasi atau melarang partai
politik Islam.
- Menguasai pendidikan dan pemikiran
umat.
- Mempertahankan rezim yang
bergantung kepada Barat.
- Membangun citra negatif terhadap Kh1l4f4h
dan pemerintahan Islam.
#Khilafah #DaulahIslam #SejarahIslam #KebangkitanIslam #PeradabanIslam #IslamKaffah #SyariahIslam #PolitikIslam #PemikiranIslam #KajianUmat


0 Response to "Upaya Merintangi Tegaknya D4ul4h Islam"
Post a Comment