Kh1laf4h Bukan Negara Militeristik

 


Kh1laf4h Bukan Negara Militeristik

1. Apa yang dimaksud negara militeristik?

Negara militeristik adalah negara yang:

  1. Kekuasaan politik berada di tangan militer.
  2. Militer menjadi sumber legitimasi kekuasaan.
  3. Penguasa bertahan karena dukungan senjata.
  4. Keputusan politik ditentukan elite militer.
  5. Rakyat tidak menjadi sumber pengangkatan penguasa.

Contoh modern yang biasa disebut para ilmuwan politik adalah junta militer, yaitu pemerintahan yang lahir dari kudeta tentara.

2. Dalam Kh1laf4h, kekuasaan bukan milik tentara

Kekuasaan diberikan kepada Kh4lif4h melalui baiat umat, bukan melalui kekuatan militer.

Dalam kitab Demokrasi Sistem Kufur disebutkan:

"Islam menetapkan bahwa kekuasaan itu ada di tangan umat Islam. Artinya umat memiliki hak memilih penguasa."

Masih dalam kitab yang sama dijelaskan bahwa pengangkatan kh4lif4h dilakukan melalui baiat kaum Muslim. 

Dalil

Rasulullah ο·Ί bersabda:

"Barangsiapa mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat maka ia mati jahiliyah."

(HR Muslim)

Hadis ini digunakan oleh para ulama politik Islam sebagai dalil bahwa legitimasi pemerintahan lahir melalui baiat, bukan melalui kekuatan senjata.

3. Tentara bukan sumber kekuasaan

Dalam konsep Kh1l4f4h yang dijelaskan pada kitab-kitab tersebut:

  • Tentara adalah alat negara.
  • Tentara berada di bawah Kh4l1fah.
  • Tentara tidak berwenang membuat hukum.
  • Tentara tidak berwenang mengangkat atau memberhentikan Kh4lif4h.

Dalam Daul4h Islamiyah dijelaskan:

"Khal1fah adalah pemimpin tentara."

Dalam Syakhshiyah Islamiyah Juz 2 disebutkan:

Khalif4h adalah pemimpin nyata tentara dan memimpin kebijakan militernya.

Artinya:

Tentara mengikuti Kh4lifah, bukan Khal1f4h mengikuti tentara.

Ini kebalikan dari negara militeristik.

4. Tentara tidak boleh menguasai urusan sipil

Keamanan dalam negeri dijaga oleh kepolisian, dan tentara tidak digunakan kecuali atas perintah Kh4l1fah.

Bahkan disebutkan:

Polisi merupakan lembaga tersendiri untuk menjaga keamanan internal negara.

Ini menunjukkan adanya pemisahan fungsi:

Bidang  dan

Lembaga

Jihad & pertahanan >

Tentara

Keamanan dalam negeri>

Polisi

Peradilan >

Qadhi

Pemerintahan >

Kh4l1fah dan perangkat negara

Karena itu negara tidak dijalankan oleh militer.

5. Kh4lif4h dapat dikoreksi dan diberhentikan

Negara militeristik biasanya sulit mengoreksi penguasa karena tentara menjadi pelindung kekuasaan.

Sedangkan dalam sistem Islam:

Kh4lif4h dapat diberhentikan oleh Mahkamah Mazhalim apabila terdapat sebab syar'i.

Artinya:

  • Tentara tidak menentukan siapa pemimpin.
  • Pengadilan syariah yang menentukan perkara pemberhentian.

Ini merupakan mekanisme hukum, bukan mekanisme militer.

6. Kh1laf4h adalah negara hukum syariah

Kedaulatan berada di tangan syara', bukan di tangan umat dan bukan di tangan penguasa.

Artinya:

  • Tentara tidak membuat hukum.
  • Kh4l1fah tidak membuat hukum sesuka hati.
  • Rakyat tidak membuat hukum.

Semua tunduk kepada Al-Qur'an dan Sunnah menurut ijtihad syar'i.

Karena itu kekuasaan tidak bertumpu pada senjat4, tetapi pada penerapan hukum syariah.

7. Hujjah Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani

Dalam kitab Ajhizah Daulah al-Kh1lafah dijelaskan:

"Daulah Kh1l44fah adalah negara manusia (daulah basyariyyah), bukan negara ketuhanan."

Makna ungkapan ini:

  • Penguasa bukan wakil Tuhan.
  • Penguasa bukan sosok suci.
  • Penguasa bisa dikoreksi.
  • Penguasa bisa diadili.
  • Penguasa bisa diberhentikan.

Ini berbeda dengan model kediktatoran militer.

 

8. Mengapa Kh1l4fah tetap memiliki tentara yang kuat?

Karena syariat mewajibkan:

Al-Qur'an

"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi."

(QS Al-Anfal: 60)

Dalam Syakhshiyah Islamiyah Juz 2 dijelaskan bahwa negara wajib:

  • membangun kekuatan militer,
  • menjaga perbatasan,
  • mempersiapkan seluruh sarana pertahanan.

Namun kekuatan militer ini:

  • untuk menjaga negara,
  • melaksanakan j1had,
  • melindungi umat,

bukan untuk mengambil alih kekuasaan.

Kesimpulan :

"Khilafah bukan negara militeristik" dibangun di atas beberapa hujjah:

  1. Kekuasaan diperoleh melalui baiat umat, bukan kudet4 militer.
  2. Tentara berada di bawah Kh4lif4h.
  3. Tentara tidak membuat hukum.
  4. Keamanan internal ditangani polisi, bukan tentara.
  5. Khalif4h dapat diadili dan diberhentikan oleh Mahkamah Mazhalim.
  6. Negara tunduk kepada syariah, bukan kepada elite militer.
  7. Kh1lafah dipandang sebagai negara politik-hukum Islam, bukan junta militer.

 


#FYP #FYPIndonesia #Viral #ViralIndonesia #Trending #KontenEdukasi #KontenIslam #IslamicContent #Muslim #IslamicReminder #ReelsIndonesia #VideoViral #ExplorePage #FacebookPro #CreatorIndonesia #BelajarBareng #InsightIslam #DakwahDigital #KajianUmat #NgajiYuk

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kh1laf4h Bukan Negara Militeristik"

Post a Comment