Serangan Politik terhadap Dunia Islam
Serangan Politik terhadap Dunia Islam
1. Apa yang dimaksud “serangan politik” terhadap dunia Islam?
Dalam kerangka Nadhorot Siyasiyah, serangan
terhadap dunia Islam tidak dipahami hanya sebagai perang militer. Serangan itu
bersifat strategis dan menyeluruh, karena diarahkan kepada:
- Negara dan kekuasaan politik umat
Islam
- Persatuan umat
- Pemikiran dan akidah
- Kebudayaan dan sistem kehidupan
- Kemandirian politik dan ekonomi
- Kembalinya Islam sebagai kekuatan
politik global
Sumber tersebut memandang bahwa negara-negara besar yang
memiliki pandangan hidup bertentangan dengan Islam memiliki kepentingan untuk
mencegah munculnya kembali kekuatan politik Islam yang besar. Karena itu,
serangan politik tidak hanya berupa invasi, tetapi juga pengaruh,
intervensi, pembentukan aliansi, politik pecah belah, penguasaan ekonomi, dan
penyebaran ideologi.
2. Mengapa dunia Islam menjadi sasaran?
Menurut kerangka Nadhorot Siyasiyah, faktor utamanya
adalah posisi strategis Islam sebagai ideologi dan kekuatan politik.
Islam bukan hanya dipandang sebagai ibadah individual. Dalam
perspektif sumber-sumber tersebut, Islam memiliki:
- akidah;
- sistem hukum;
- sistem pemerintahan;
- sistem ekonomi;
- sistem sosial;
- politik luar negeri;
- konsep persatuan umat.
Karena itu, apabila Islam diterapkan secara menyeluruh dan
umat Islam memiliki kekuatan politik yang bersatu, maka ia akan menjadi
kekuatan besar yang mampu memengaruhi hubungan internasional.
Dalam Nadhorot Siyasiyah, disebutkan bahwa
negara-negara besar berusaha menghalangi kembalinya negara Islam dan mencegah
umat Islam kembali menjadi kekuatan politik besar.
3. Bentuk pertama: serangan terhadap negara Islam
Menurut kitab D4ulah Islamiyah, salah satu
pokok persoalan yang sangat penting adalah bahwa kekuatan Barat menyerang
negara Islam bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan kebudayaan dan
ideologi.
Sumber tersebut menggambarkan bahwa ketika negara Islam
mengalami kelemahan politik dan pemikiran, ide-ide Barat masuk ke negeri-negeri
Islam. Di antara ide yang dibawa adalah:
- demokrasi;
- nasionalisme;
- sistem hukum buatan manusia;
- konsep pemisahan agama dari
kehidupan;
- sistem politik Barat;
- sistem ekonomi kapitalisme.
Serangan tersebut kemudian mengubah cara umat Islam memandang
kehidupan. Islam tidak lagi ditempatkan sebagai sistem yang mengatur seluruh
kehidupan, tetapi dipersempit menjadi urusan ibadah dan moral individual.
Dalam At-Tafkiir, proses ini digambarkan sebagai
serangan yang bertujuan menjauhkan umat Islam dari keterikatan terhadap Islam
dan dari kewajiban menerapkan hukum-hukumnya.
4. Bentuk kedua: serangan pemikiran dan kebudayaan
Menurut At-Tafkiir, serangan terhadap dunia
Islam dilakukan melalui dua jalur besar:
A. Serangan m1sionaris
Yaitu usaha untuk memengaruhi keyakinan dan identitas umat
Islam melalui penyebaran agama serta pemikiran keagamaan dari luar Islam.
B. Serangan kebudayaan
Serangan kebudayaan dilakukan dengan membawa:
- cara berpikir Barat;
- nilai-nilai Barat;
- demokrasi;
- sistem politik Barat;
- pandangan hidup Barat;
- konsep kebebasan yang tidak
dibatasi wahyu;
- sekularisme.
Tujuan akhirnya, menurut sumber tersebut, adalah mengubah asas
berpikir umat Islam.
Dengan kata lain, umat Islam tidak harus dipaksa meninggalkan
Islam secara langsung. Cukup jika:
Islam tetap diakui sebagai agama, tetapi tidak lagi dijadikan
standar dalam berpikir, berhukum, berpolitik, dan mengatur kehidupan.
Inilah yang menurut At-Tafkiir merupakan bentuk
serangan yang sangat berbahaya.
5. Dalil Al-Qur’an yang digunakan
QS. Al-Baqarah: 120
Sumber At-Tafkiir mengutip firman Allah:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu
hingga kamu mengikuti agama mereka...”
Kemudian sumber tersebut menggunakan ayat ini sebagai dasar
bahwa umat Islam harus waspada terhadap usaha untuk mengubah mereka dari
petunjuk Islam kepada jalan hidup lain.
Argumentasinya
Argumen yang dibangun adalah:
- Umat Islam memiliki identitas dan
sistem hidup yang bersumber dari wahyu.
- Pihak yang memiliki pandangan hidup
berbeda akan berusaha menyebarkan pandangan hidupnya.
- Jika umat Islam menerima standar
berpikir dari luar Islam tanpa menilainya berdasarkan akidah dan syariat,
maka perubahan pemikiran akan terjadi.
- Perubahan pemikiran akhirnya akan
melahirkan perubahan perilaku dan sistem kehidupan.
6. Bentuk ketiga: politik pecah belah
Dalam perspektif Islam, salah satu serangan politik paling
penting adalah memecah dunia Islam menjadi negara-negara kecil.
Sumber Nadhorot Siyasiyah menekankan bahwa kepentingan
negara-negara besar terhadap dunia Islam tidak hanya berkaitan dengan sumber
daya, tetapi juga berkaitan dengan mencegah terbentuknya kembali kekuatan
politik Islam yang bersatu.
Sementara itu, dalam pembahasan yang muncul di At-Tafkiir,
organisasi dan aliansi regional di negeri-negeri Muslim dikritik ketika
berfungsi memperkuat fragmentasi dan menghalangi penyatuan politik umat Islam.
Logika politiknya
Secara sederhana:
Umat bersatu → kekuatan politik besar
Umat terpecah → kekuatan politik melemah
Maka menurut kerangka ini, nasionalisme sempit dan politik
pemisahan wilayah dipandang sebagai salah satu faktor yang menghalangi
persatuan politik umat Islam.
7. Bentuk keempat: intervensi dan pengaruh negara besar
Buku Nadhorot Siyasiyah secara khusus membahas
politik Inggris, Amerika, Prancis, Rusia, dan persoalan internasional.
Kerangka analisisnya adalah bahwa umat Islam harus memahami:
- siapa negara besar;
- apa kepentingannya;
- bagaimana kebijakan luar negerinya;
- apa alat yang digunakannya;
- bagaimana negara tersebut
memengaruhi negeri-negeri Islam.
Sumber tersebut menekankan bahwa memahami politik luar negeri
merupakan kebutuhan penting bagi seorang Muslim yang ingin memahami realitas
dunia.
Instrumen pengaruh politik
Pengaruh dapat dilakukan melalui:
- hubungan diplomatik;
- bantuan ekonomi;
- perjanjian;
- aliansi militer;
- organisasi internasional;
- tekanan politik;
- dukungan terhadap rezim tertentu;
- perang pemikiran;
- pengaruh kebudayaan.
Karena itu, serangan politik tidak selalu tampak sebagai
“penj4jahan langsung”.
Kadang bentuknya adalah:
negara tetap memiliki bendera dan pemerintahan sendiri,
tetapi keputusan strategisnya sangat dipengaruhi kekuatan luar.
8. Bentuk kelima: mengganti hukum Islam dengan hukum buatan
manusia
Ini merupakan bagian yang sangat fundamental dalam sumber D4ulah
Islamiyah dan Muqaddimah Dustur.
Salah satu akibat utama dominasi Barat adalah masuknya:
- undang-undang Barat;
- sistem politik Barat;
- konsep kedaulatan manusia;
- sistem ekonomi kapitalis;
- sistem sosial yang tidak dibangun
atas hukum Islam.
Sementara itu, sumber-sumber tersebut menjadikan firman Allah
sebagai dasar:
“Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang
Allah turunkan...”
dan:
“Barang siapa tidak memutuskan menurut apa yang Allah
turunkan, maka mereka itulah orang-orang kafir...”
Ayat-ayat ini digunakan sebagai dasar argumentasi bahwa hukum
dan pengaturan kehidupan tidak boleh dipisahkan dari wahyu.
9. Mengapa serangan pemikiran dianggap lebih berbahaya
daripada serangan militer?
Ini adalah salah satu hujjah utama yang dapat disusun dari
isi sumber.
S3rangan militer
Jika sebuah negeri diserang secara militer, umat biasanya
sadar bahwa mereka sedang diserang.
Serangan pemikiran
Namun apabila pemikiran asing masuk melalui:
- pendidikan;
- media;
- hukum;
- kebudayaan;
- politik;
- ekonomi;
maka umat bisa saja menganggapnya sebagai sesuatu yang
normal.
Akibatnya, seseorang masih mengaku Muslim, tetapi:
- menganggap Islam tidak perlu
mengatur negara;
- menganggap hukum Islam tidak
relevan;
- menganggap politik tidak ada
hubungannya dengan agama;
- menganggap sistem Barat sebagai
standar kemajuan;
- menganggap persatuan umat Islam
sebagai sesuatu yang tidak realistis.
Dalam At-Tafkiir, serangan kebudayaan dipandang
berusaha menjadikan ide dan sistem Barat sebagai asas berpikir umat Islam.
10. Dalil tentang perubahan masyarakat
Dalam Nidzamul Islam, perubahan masyarakat
dikaitkan dengan perubahan mafahim, yaitu pemahaman dan konsep yang ada
dalam benak manusia.
Prinsipnya:
Perubahan pemahaman akan memengaruhi perubahan perilaku.
Karena itu, jika sebuah kekuatan berhasil mengubah pemahaman
umat tentang:
- Islam;
- negara;
- hukum;
- kebebasan;
- masyarakat;
- ekonomi;
- politik;
maka pada akhirnya perilaku dan struktur masyarakat juga
berubah.
Ini menjadi salah satu alasan mengapa serangan terhadap
pemikiran dianggap sangat strategis.
11. Apa kewajiban umat Islam menghadapi serangan politik?
Dalam Afkar Siyasiyah, politik tidak dipandang
sebagai sesuatu yang boleh diabaikan oleh umat Islam.
Sumber tersebut membahas:
- kesadaran politik;
- perjuangan politik;
- aktivitas politik;
- kewajiban memperhatikan urusan
umat;
- amar makruf nahi mungkar terhadap
penguasa.
Dalam pembahasannya, perjuangan politik dikaitkan dengan
kewajiban memperbaiki kerusakan masyarakat dan mengoreksi penyimpangan dalam
pemerintahan.
Dalil umum yang digunakan
QS. Ali Imran: 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang
mungkar...”
QS. At-Taubah: 71
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan,
sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh
kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar...”
Hadis
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka
hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan
lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya...”
Dalil-dalil tersebut digunakan untuk membangun kewajiban
melakukan perubahan sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing.
12. Hujjah tentang pentingnya kesadaran politik
Menurut Afkar Siyasiyah, umat yang tidak
memahami politik akan mudah menjadi objek politik.
Sebab, jika umat tidak memahami:
- kepentingan negara besar;
- strategi internasional;
- hubungan antarnegara;
- konflik kepentingan;
- metode intervensi;
maka umat hanya akan melihat peristiwa sebagai kejadian yang
terpisah-pisah.
Contohnya:
- perang dianggap hanya konflik
lokal;
- pergantian pemerintahan dianggap
hanya masalah internal;
- bantuan asing dianggap selalu
sebagai kebaikan;
- perjanjian politik dianggap selalu
netral;
- propaganda dianggap sebagai
informasi biasa.
Padahal, menurut pendekatan politik dalam sumber tersebut,
setiap tindakan negara harus dianalisis berdasarkan kepentingan dan tujuan
politiknya.
13. Hujjah tentang persatuan umat Islam
Sumber-sumber Anda menempatkan persatuan politik umat sebagai
persoalan penting.
Dasar argumentasinya adalah:
Pertama
Umat Islam secara akidah merupakan satu umat.
Kedua
Perpecahan politik menyebabkan:
- lemahnya kekuatan;
- mudahnya intervensi;
- ketergantungan kepada negara lain;
- konflik antarwilayah Muslim;
- hilangnya kemampuan menentukan
agenda politik sendiri.
Ketiga
Karena itu, menurut kerangka D4ul4h Islamiyah,
bentuk politik yang diidealkan adalah negara Islam yang bersatu, bukan
negara-negara Islam yang terpisah secara permanen.
Buku Daulah Islamiyah dan Afkar Siyasiyah
sama-sama membahas persoalan persatuan politik Islam sebagai isu fundamental.
14. Hujjah ulama:
A. Hujjah
- dalil Al-Qur’an;
- hadis;
- argumentasi ushul fikih;
- analisis politik;
- argumentasi penulis kitab.
Misalnya, dalam isu kewajiban keberadaan kepemimpinan umat, memuat
argumentasi:
- Ijma’ Sahabat
- Kaidah ushul fikih:
Ω
Ψ§ ΩΨ§ ΩΨͺΩ
Ψ§ΩΩΨ§Ψ¬Ψ¨
Ψ₯ΩΨ§ Ψ¨Ω ΩΩΩ ΩΨ§Ψ¬Ψ¨
“Sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya,
maka sesuatu itu menjadi wajib.”
- Hadis baiat
“Barang siapa mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat,
maka ia mati seperti mati jahiliah.”
Argumentasi ini ditampilkan dalam materi file yang Anda
unggah mengenai kewajiban adanya Kh4l1f4h.
15. Kesimpulan :
Serangan politik terhadap dunia Islam dipahami sebagai serangan yang berlapis:
1. Serangan terhadap kekuasaan
Mencegah umat Islam memiliki kekuatan politik yang bersatu.
2. Serangan terhadap persatuan
Memperkuat pemisahan dan fragmentasi negeri-negeri Islam.
3. Serangan terhadap pemikiran
Memasukkan ideologi dan konsep Barat sebagai standar
berpikir.
4. Serangan terhadap kebudayaan
Mendorong umat Islam meniru pandangan hidup dan nilai-nilai
asing.
5. Serangan terhadap hukum
Menggantikan hukum Islam dengan sistem hukum buatan manusia.
6. Serangan terhadap kesadaran politik
Membuat umat tidak memahami siapa yang memengaruhi mereka dan
untuk kepentingan apa.
7. Serangan terhadap identitas Islam
Menjadikan Islam hanya sebagai agama ritual individual, bukan
sebagai sistem kehidupan.
Sumber Nadhorot Siyasiyah merangkum pentingnya
umat memiliki pengetahuan politik yang benar dan memahami realitas
negara-negara besar serta hubungan internasional.
Penutup :
Pelajaran terpenting dari seluruh pembahasan ini adalah:
Umat Islam tidak cukup hanya mengetahui bahwa dirinya sedang
menghadapi serangan. Umat juga harus memahami bentuk, metode, tujuan, dan aktor
di balik serangan tersebut.
Karena itu, menurut kerangka sumber-sumber yang Anda unggah,
perjuangan menghadapi serangan politik dimulai dengan:
- membentuk pemahaman Islam yang
benar;
- membangun kesadaran politik;
- memahami realitas internasional;
- menilai ide dan sistem berdasarkan
akidah Islam;
- melakukan amar makruf nahi mungkar;
- membangun kesatuan umat;
- memperjuangkan penerapan Islam
dalam kehidupan.
#SeranganPolitik #DuniaIslam #PolitikIslam #PerangPemikiran
#UmatIslam #KesadaranPolitik #IslamKaffah #KebangkitanUmat #PeradabanIslam
#DakwahIslam #KajianIslam #BelajarIslam #DakwahDigital #FYPIndonesia #FYP

0 Response to "Serangan Politik terhadap Dunia Islam"
Post a Comment