Serangan Politik terhadap Dunia Islam

 


Serangan Politik terhadap Dunia Islam

1. Apa yang dimaksud “serangan politik” terhadap dunia Islam?

Dalam kerangka Nadhorot Siyasiyah, serangan terhadap dunia Islam tidak dipahami hanya sebagai perang militer. Serangan itu bersifat strategis dan menyeluruh, karena diarahkan kepada:

  1. Negara dan kekuasaan politik umat Islam
  2. Persatuan umat
  3. Pemikiran dan akidah
  4. Kebudayaan dan sistem kehidupan
  5. Kemandirian politik dan ekonomi
  6. Kembalinya Islam sebagai kekuatan politik global

Sumber tersebut memandang bahwa negara-negara besar yang memiliki pandangan hidup bertentangan dengan Islam memiliki kepentingan untuk mencegah munculnya kembali kekuatan politik Islam yang besar. Karena itu, serangan politik tidak hanya berupa invasi, tetapi juga pengaruh, intervensi, pembentukan aliansi, politik pecah belah, penguasaan ekonomi, dan penyebaran ideologi.

 

2. Mengapa dunia Islam menjadi sasaran?

Menurut kerangka Nadhorot Siyasiyah, faktor utamanya adalah posisi strategis Islam sebagai ideologi dan kekuatan politik.

Islam bukan hanya dipandang sebagai ibadah individual. Dalam perspektif sumber-sumber tersebut, Islam memiliki:

  • akidah;
  • sistem hukum;
  • sistem pemerintahan;
  • sistem ekonomi;
  • sistem sosial;
  • politik luar negeri;
  • konsep persatuan umat.

Karena itu, apabila Islam diterapkan secara menyeluruh dan umat Islam memiliki kekuatan politik yang bersatu, maka ia akan menjadi kekuatan besar yang mampu memengaruhi hubungan internasional.

Dalam Nadhorot Siyasiyah, disebutkan bahwa negara-negara besar berusaha menghalangi kembalinya negara Islam dan mencegah umat Islam kembali menjadi kekuatan politik besar.

 

3. Bentuk pertama: serangan terhadap negara Islam

Menurut kitab D4ulah Islamiyah, salah satu pokok persoalan yang sangat penting adalah bahwa kekuatan Barat menyerang negara Islam bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan kebudayaan dan ideologi.

Sumber tersebut menggambarkan bahwa ketika negara Islam mengalami kelemahan politik dan pemikiran, ide-ide Barat masuk ke negeri-negeri Islam. Di antara ide yang dibawa adalah:

  • demokrasi;
  • nasionalisme;
  • sistem hukum buatan manusia;
  • konsep pemisahan agama dari kehidupan;
  • sistem politik Barat;
  • sistem ekonomi kapitalisme.

Serangan tersebut kemudian mengubah cara umat Islam memandang kehidupan. Islam tidak lagi ditempatkan sebagai sistem yang mengatur seluruh kehidupan, tetapi dipersempit menjadi urusan ibadah dan moral individual.

Dalam At-Tafkiir, proses ini digambarkan sebagai serangan yang bertujuan menjauhkan umat Islam dari keterikatan terhadap Islam dan dari kewajiban menerapkan hukum-hukumnya.

 

4. Bentuk kedua: serangan pemikiran dan kebudayaan

Menurut At-Tafkiir, serangan terhadap dunia Islam dilakukan melalui dua jalur besar:

A. Serangan m1sionaris

Yaitu usaha untuk memengaruhi keyakinan dan identitas umat Islam melalui penyebaran agama serta pemikiran keagamaan dari luar Islam.

B. Serangan kebudayaan

Serangan kebudayaan dilakukan dengan membawa:

  • cara berpikir Barat;
  • nilai-nilai Barat;
  • demokrasi;
  • sistem politik Barat;
  • pandangan hidup Barat;
  • konsep kebebasan yang tidak dibatasi wahyu;
  • sekularisme.

Tujuan akhirnya, menurut sumber tersebut, adalah mengubah asas berpikir umat Islam.

Dengan kata lain, umat Islam tidak harus dipaksa meninggalkan Islam secara langsung. Cukup jika:

Islam tetap diakui sebagai agama, tetapi tidak lagi dijadikan standar dalam berpikir, berhukum, berpolitik, dan mengatur kehidupan.

Inilah yang menurut At-Tafkiir merupakan bentuk serangan yang sangat berbahaya.

 

5. Dalil Al-Qur’an yang digunakan

QS. Al-Baqarah: 120

Sumber At-Tafkiir mengutip firman Allah:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka...”

Kemudian sumber tersebut menggunakan ayat ini sebagai dasar bahwa umat Islam harus waspada terhadap usaha untuk mengubah mereka dari petunjuk Islam kepada jalan hidup lain.

Argumentasinya

Argumen yang dibangun adalah:

  1. Umat Islam memiliki identitas dan sistem hidup yang bersumber dari wahyu.
  2. Pihak yang memiliki pandangan hidup berbeda akan berusaha menyebarkan pandangan hidupnya.
  3. Jika umat Islam menerima standar berpikir dari luar Islam tanpa menilainya berdasarkan akidah dan syariat, maka perubahan pemikiran akan terjadi.
  4. Perubahan pemikiran akhirnya akan melahirkan perubahan perilaku dan sistem kehidupan.

 

6. Bentuk ketiga: politik pecah belah

Dalam perspektif Islam, salah satu serangan politik paling penting adalah memecah dunia Islam menjadi negara-negara kecil.

Sumber Nadhorot Siyasiyah menekankan bahwa kepentingan negara-negara besar terhadap dunia Islam tidak hanya berkaitan dengan sumber daya, tetapi juga berkaitan dengan mencegah terbentuknya kembali kekuatan politik Islam yang bersatu.

Sementara itu, dalam pembahasan yang muncul di At-Tafkiir, organisasi dan aliansi regional di negeri-negeri Muslim dikritik ketika berfungsi memperkuat fragmentasi dan menghalangi penyatuan politik umat Islam.

Logika politiknya

Secara sederhana:

Umat bersatu → kekuatan politik besar

Umat terpecah → kekuatan politik melemah

Maka menurut kerangka ini, nasionalisme sempit dan politik pemisahan wilayah dipandang sebagai salah satu faktor yang menghalangi persatuan politik umat Islam.

 

7. Bentuk keempat: intervensi dan pengaruh negara besar

Buku Nadhorot Siyasiyah secara khusus membahas politik Inggris, Amerika, Prancis, Rusia, dan persoalan internasional.

Kerangka analisisnya adalah bahwa umat Islam harus memahami:

  • siapa negara besar;
  • apa kepentingannya;
  • bagaimana kebijakan luar negerinya;
  • apa alat yang digunakannya;
  • bagaimana negara tersebut memengaruhi negeri-negeri Islam.

Sumber tersebut menekankan bahwa memahami politik luar negeri merupakan kebutuhan penting bagi seorang Muslim yang ingin memahami realitas dunia.

 

Instrumen pengaruh politik

Pengaruh dapat dilakukan melalui:

  • hubungan diplomatik;
  • bantuan ekonomi;
  • perjanjian;
  • aliansi militer;
  • organisasi internasional;
  • tekanan politik;
  • dukungan terhadap rezim tertentu;
  • perang pemikiran;
  • pengaruh kebudayaan.

Karena itu, serangan politik tidak selalu tampak sebagai “penj4jahan langsung”.

Kadang bentuknya adalah:

negara tetap memiliki bendera dan pemerintahan sendiri, tetapi keputusan strategisnya sangat dipengaruhi kekuatan luar.

 

8. Bentuk kelima: mengganti hukum Islam dengan hukum buatan manusia

Ini merupakan bagian yang sangat fundamental dalam sumber D4ulah Islamiyah dan Muqaddimah Dustur.

Salah satu akibat utama dominasi Barat adalah masuknya:

  • undang-undang Barat;
  • sistem politik Barat;
  • konsep kedaulatan manusia;
  • sistem ekonomi kapitalis;
  • sistem sosial yang tidak dibangun atas hukum Islam.

Sementara itu, sumber-sumber tersebut menjadikan firman Allah sebagai dasar:

“Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan...”

dan:

“Barang siapa tidak memutuskan menurut apa yang Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang kafir...”

Ayat-ayat ini digunakan sebagai dasar argumentasi bahwa hukum dan pengaturan kehidupan tidak boleh dipisahkan dari wahyu.

 

9. Mengapa serangan pemikiran dianggap lebih berbahaya daripada serangan militer?

Ini adalah salah satu hujjah utama yang dapat disusun dari isi sumber.

 

S3rangan militer

Jika sebuah negeri diserang secara militer, umat biasanya sadar bahwa mereka sedang diserang.

 

Serangan pemikiran

Namun apabila pemikiran asing masuk melalui:

  • pendidikan;
  • media;
  • hukum;
  • kebudayaan;
  • politik;
  • ekonomi;

maka umat bisa saja menganggapnya sebagai sesuatu yang normal.

Akibatnya, seseorang masih mengaku Muslim, tetapi:

  • menganggap Islam tidak perlu mengatur negara;
  • menganggap hukum Islam tidak relevan;
  • menganggap politik tidak ada hubungannya dengan agama;
  • menganggap sistem Barat sebagai standar kemajuan;
  • menganggap persatuan umat Islam sebagai sesuatu yang tidak realistis.

Dalam At-Tafkiir, serangan kebudayaan dipandang berusaha menjadikan ide dan sistem Barat sebagai asas berpikir umat Islam.

 

10. Dalil tentang perubahan masyarakat

Dalam Nidzamul Islam, perubahan masyarakat dikaitkan dengan perubahan mafahim, yaitu pemahaman dan konsep yang ada dalam benak manusia.

Prinsipnya:

Perubahan pemahaman akan memengaruhi perubahan perilaku.

Karena itu, jika sebuah kekuatan berhasil mengubah pemahaman umat tentang:

  • Islam;
  • negara;
  • hukum;
  • kebebasan;
  • masyarakat;
  • ekonomi;
  • politik;

maka pada akhirnya perilaku dan struktur masyarakat juga berubah.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa serangan terhadap pemikiran dianggap sangat strategis.

 

11. Apa kewajiban umat Islam menghadapi serangan politik?

Dalam Afkar Siyasiyah, politik tidak dipandang sebagai sesuatu yang boleh diabaikan oleh umat Islam.

Sumber tersebut membahas:

  • kesadaran politik;
  • perjuangan politik;
  • aktivitas politik;
  • kewajiban memperhatikan urusan umat;
  • amar makruf nahi mungkar terhadap penguasa.

Dalam pembahasannya, perjuangan politik dikaitkan dengan kewajiban memperbaiki kerusakan masyarakat dan mengoreksi penyimpangan dalam pemerintahan.

 

Dalil umum yang digunakan

QS. Ali Imran: 104

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar...”

QS. At-Taubah: 71

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar...”

Hadis

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya...”

 

Dalil-dalil tersebut digunakan untuk membangun kewajiban melakukan perubahan sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing.

 

12. Hujjah tentang pentingnya kesadaran politik

Menurut Afkar Siyasiyah, umat yang tidak memahami politik akan mudah menjadi objek politik.

Sebab, jika umat tidak memahami:

  • kepentingan negara besar;
  • strategi internasional;
  • hubungan antarnegara;
  • konflik kepentingan;
  • metode intervensi;

maka umat hanya akan melihat peristiwa sebagai kejadian yang terpisah-pisah.

Contohnya:

  • perang dianggap hanya konflik lokal;
  • pergantian pemerintahan dianggap hanya masalah internal;
  • bantuan asing dianggap selalu sebagai kebaikan;
  • perjanjian politik dianggap selalu netral;
  • propaganda dianggap sebagai informasi biasa.

Padahal, menurut pendekatan politik dalam sumber tersebut, setiap tindakan negara harus dianalisis berdasarkan kepentingan dan tujuan politiknya.

 

13. Hujjah tentang persatuan umat Islam

Sumber-sumber Anda menempatkan persatuan politik umat sebagai persoalan penting.

Dasar argumentasinya adalah:

Pertama

Umat Islam secara akidah merupakan satu umat.

Kedua

Perpecahan politik menyebabkan:

  • lemahnya kekuatan;
  • mudahnya intervensi;
  • ketergantungan kepada negara lain;
  • konflik antarwilayah Muslim;
  • hilangnya kemampuan menentukan agenda politik sendiri.

Ketiga

Karena itu, menurut kerangka D4ul4h Islamiyah, bentuk politik yang diidealkan adalah negara Islam yang bersatu, bukan negara-negara Islam yang terpisah secara permanen.

Buku Daulah Islamiyah dan Afkar Siyasiyah sama-sama membahas persoalan persatuan politik Islam sebagai isu fundamental.

 

14. Hujjah ulama:

A. Hujjah

  • dalil Al-Qur’an;
  • hadis;
  • argumentasi ushul fikih;
  • analisis politik;
  • argumentasi penulis kitab.

Misalnya, dalam isu kewajiban keberadaan kepemimpinan umat, memuat argumentasi:

  1. Ijma’ Sahabat
  2. Kaidah ushul fikih:

Ω…Ψ§ Ω„Ψ§ يΨͺΩ… Ψ§Ω„ΩˆΨ§Ψ¬Ψ¨ Ψ₯Ω„Ψ§ Ψ¨Ω‡ ΩΩ‡Ωˆ واجب

“Sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu itu menjadi wajib.”

  1. Hadis baiat

“Barang siapa mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliah.”

Argumentasi ini ditampilkan dalam materi file yang Anda unggah mengenai kewajiban adanya Kh4l1f4h.

 

15. Kesimpulan :

Serangan politik terhadap dunia Islam dipahami sebagai serangan yang berlapis:

1. Serangan terhadap kekuasaan

Mencegah umat Islam memiliki kekuatan politik yang bersatu.

2. Serangan terhadap persatuan

Memperkuat pemisahan dan fragmentasi negeri-negeri Islam.

3. Serangan terhadap pemikiran

Memasukkan ideologi dan konsep Barat sebagai standar berpikir.

4. Serangan terhadap kebudayaan

Mendorong umat Islam meniru pandangan hidup dan nilai-nilai asing.

5. Serangan terhadap hukum

Menggantikan hukum Islam dengan sistem hukum buatan manusia.

6. Serangan terhadap kesadaran politik

Membuat umat tidak memahami siapa yang memengaruhi mereka dan untuk kepentingan apa.

7. Serangan terhadap identitas Islam

Menjadikan Islam hanya sebagai agama ritual individual, bukan sebagai sistem kehidupan.

 

Sumber Nadhorot Siyasiyah merangkum pentingnya umat memiliki pengetahuan politik yang benar dan memahami realitas negara-negara besar serta hubungan internasional.

 

Penutup :

Pelajaran terpenting dari seluruh pembahasan ini adalah:

Umat Islam tidak cukup hanya mengetahui bahwa dirinya sedang menghadapi serangan. Umat juga harus memahami bentuk, metode, tujuan, dan aktor di balik serangan tersebut.

 

Karena itu, menurut kerangka sumber-sumber yang Anda unggah, perjuangan menghadapi serangan politik dimulai dengan:

  1. membentuk pemahaman Islam yang benar;
  2. membangun kesadaran politik;
  3. memahami realitas internasional;
  4. menilai ide dan sistem berdasarkan akidah Islam;
  5. melakukan amar makruf nahi mungkar;
  6. membangun kesatuan umat;
  7. memperjuangkan penerapan Islam dalam kehidupan.

 

#SeranganPolitik #DuniaIslam #PolitikIslam #PerangPemikiran #UmatIslam #KesadaranPolitik #IslamKaffah #KebangkitanUmat #PeradabanIslam #DakwahIslam #KajianIslam #BelajarIslam #DakwahDigital #FYPIndonesia #FYP

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Serangan Politik terhadap Dunia Islam"

Post a Comment