Sejarah Benturan Peradaban Islam dengan Peradaban Lain

 


Sejarah Benturan Peradaban Islam dengan Peradaban Lain

1. Hakikat Benturan Peradaban

Kitab Nadharat Siyasiyyah menyatakan bahwa pertentangan antara Islam dan negara-negara besar bukan semata konflik politik, tetapi konflik aqidah dan peradaban.

Disebutkan bahwa negara-negara besar memandang Islam sebagai ideologi yang bertentangan dengan asas kehidupan mereka sehingga mereka berusaha menghalangi kebangkitan kembali D4ul4h Isl4m.

Kitab Ad-D4ul4h al-Islamiyy4h juga menjelaskan bahwa setelah runtuhnya D4ulah Utsmaniyah, Barat tidak hanya mengh4ncurkan negara Islam, tetapi juga berusaha menggantikan cara berpikir kaum Muslim dengan budaya dan sistem Barat.


2. Fase Pertama: Masa Rasulullah

Benturan pertama dimulai ketika dakwah Islam bertemu dengan peradaban Quraisy.

Perbedaannya bukan sekadar agama, tetapi menyangkut:

  • konsep ketuhanan
  • sistem hukum
  • sistem sosial
  • kepemimpinan
  • ekonomi
  • moral

Dalil:

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada Allah..."

QS Al-Ma'idah: 50

Ayat ini dijadikan landasan dalam Muqaddimah Dustur untuk menolak berhukum kepada selain syariat Allah.

3. Fase Kedua: Romawi dan Persia

Dalam kitab Ad-D4ul4h al-Isl4miyyah dijelaskan bahwa setelah wafat Nabi , D4ulah Islam berkembang menghadapi dua kekuatan besar:

  • Romawi Timur
  • Persia

Benturan tersebut dipahami bukan semata ekspansi wilayah, tetapi penyebaran sistem Islam ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah sistem imperium.

4. Fase Ketiga: Peradaban Islam Menjadi Pemimpin Dunia

Kitab-kitab menjelaskan bahwa selama berabad-abad Islam memimpin dunia dalam:

  • hukum
  • ilmu
  • pemerintahan
  • ekonomi
  • pendidikan

Sehingga peradaban Islam menjadi pusat dunia.

 

5. Fase Keempat: Awal Kemunduran

Kitab Mafahim  menjelaskan sebab utama kemunduran bukan karena lemahnya militer, tetapi:

  • melemahnya pemahaman Islam
  • hilangnya ijtihad
  • ditinggalkannya bahasa Arab sebagai alat memahami syariat

Disebutkan bahwa sejak sekitar pertengahan abad ke-2 Hijriah mulai terjadi penurunan, yang kemudian semakin dalam ketika kemampuan memahami Islam melemah.

6. Fase Kelima: Perang Pemikiran Barat

Barat kemudian menggunakan senj4ta yang lebih kuat daripada perang fisik.

Disebut sebagai:

  • per4ng budaya
  • per4ng pemikiran
  • penyebaran sekul4risme
  • nasionalisme
  • demokr4si
  • kapit4lisme

Kitab Ad-Daulah al-Islamiyyah menggambarkan budaya Barat sebagai "senjata" yang digunakan untuk meruntuhkan neg4ra Islam dan membentuk pola pikir baru di negeri-negeri Muslim.

 

7. Runtuhnya Kh1laf4h Utsm4niyah

Keruntuhan D4ulah Utsm4niyah sebagai titik balik besar.

Sesudahnya:

  • hukum Barat diterapkan
  • pendidikan Barat masuk
  • nasionalisme berkembang
  • negeri-negeri Islam dipec4h

 

Penjelasan ini muncul dalam Ad-D4ulah al-Islamiyy4h, Nida' Har ila al-Muslimin, dan Afkar Siyasiyyah.

 

8. Benturan Masa Modern

Kitab Nadharat Siyasiyyah menguraikan bahwa negara-negara besar seperti Inggris, Amerika, Prancis, dan Rusia memiliki kepentingan strategis di negeri-negeri Islam dan saling bersaing dalam memperebutkan pengaruh, meskipun juga bersaing satu sama lain.

 

Dalil Al-Qur'an yang Dijadikan Landasan

1. QS Al-Baqarah: 120

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu hingga engkau mengikuti agama mereka."

Digunakan sebagai dasar bahwa perbedaan asas dapat melahirkan pertentangan ideologis.

 

2. QS Al-Ma'idah: 48

"...Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan..."

Ayat ini menjadi landasan dalam Muqaddimah Dustur mengenai kewajiban berhukum dengan syariat.

 

3. QS Al-Ma'idah: 49–50

Menolak hukum jahiliah dan memerintahkan berhukum dengan wahyu. Ayat ini dikutip pada pembukaan Muqaddimah Dustur.

 

Argumen yang Dibangun dalam Kitab

Kitab-kitab tersebut menyusun argumen sebagai berikut:

  1. Islam dipandang sebagai mabda' (ideologi) yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
  2. Peradaban lain dibangun di atas asas yang berbeda, terutama sekularisme.
  3. Karena asasnya berbeda, pertentangan dipahami sebagai pertentangan pemikiran dan sistem.
  4. Runtuhnya D4ul4h Islam dipandang membuka jalan bagi dominasi sistem Barat di negeri-negeri Muslim.

 

Hujjah Ulama

Pembahasan ini lebih banyak berupa analisis politik dan pemikiran. Rujukan kepada ulama klasik secara eksplisit pada tema benturan peradaban relatif terbatas. Namun, beberapa karya memang menukil pembahasan fikih mengenai Dar 4l-Islam dan Dar 4l-Kufr, serta perbedaan pendapat para mujtahid tentang perubahan status suatu negeri berdasarkan penerapan hukum Islam atau hukum kufur. Penjelasan tersebut terdapat dalam Syakhshiyah Jilid 2.

 

Kesimpulan

Sejarah benturan peradaban dipahami sebagai rangkaian konflik yang berawal dari perbedaan asas antara Islam dan sistem-sistem lain. Benturan itu digambarkan berlangsung dalam beberapa fase: dakwah Nabi menghadapi masyarakat Quraisy, interaksi dengan imperium Romawi dan Persia, masa kepemimpinan peradaban Islam, periode kemunduran, hingga dominasi politik dan budaya Barat setelah runtuhnya D4ulah Utsm4niyah. Fokus utama bukan pada kronologi peperangan semata, melainkan pada pertarungan aqidah, pemikiran, hukum, dan sistem kehidupan sebagaimana dijelaskan dalam karya-karya yang menjadi sumber di atas.

 


#Islam #PeradabanIslam #SejarahIslam #PeradabanDunia #Khilafah #PeradabanBarat #PemikiranIslam #DakwahIslam #AqidahIslam #SyariahIslam #UmatIslam #KajianIslam #SejarahPeradaban #PolitikIslam #IlmuIslam #IslamRahmatanLilAlamin #Muslim #KajianMuslim #EdukasiIslam #KontenIslam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Sejarah Benturan Peradaban Islam dengan Peradaban Lain"

Post a Comment