Urgensi Persatuan Dunia Islam di Tengah Kolonialisme Modern

 


Urgensi Persatuan Dunia Islam di Tengah Kolonialisme Modern

Kolonialisme belum benar-benar hilang.

Ia hanya berganti wajah.

Dulu datang dengan kapal perang dan penjajahan fisik.

Hari ini hadir lewat utang luar negeri, investasi asing, liberalisasi pasar, dan tekanan regulasi global.

Secara bendera kita merdeka.

Namun secara ekonomi dan kebijakan, banyak negeri masih bergantung pada kekuatan luar.

 

Negara Merdeka, Tapi Tidak Berdaulat?

Banyak negara berkembang akhirnya hanya menjadi:

  • pasar bagi produk asing,
  • penyedia bahan mentah,
  • sekaligus tempat eksploitasi sumber daya alam.

Tambang, energi, hingga pangan dikuasai korporasi multinasional.

Sementara rakyat terus dijanjikan “pertumbuhan ekonomi” yang belum tentu menghadirkan kesejahteraan nyata.

 

Akar Masalah Dunia Islam

Persoalan terbesar negeri-negeri Muslim sebenarnya bukan kekurangan SDA atau jumlah penduduk.

Masalah utamanya adalah tidak adanya fondasi ideologis dan sistem yang benar-benar mandiri.

Akibatnya:

  • sistem ekonomi,
  • politik,
  • hingga hukum,

lebih banyak mengadopsi paradigma Barat dan Kapitalisme global.

Selama paradigma itu tetap menjadi dasar kebijakan:

  • utang akan terus meningkat,
  • privatisasi terus berjalan,
  • ketimpangan makin melebar,
  • dan negara mudah ditekan kekuatan asing.

 

Islam Bukan Hanya Soal Ibadah

Islam tidak hanya mengatur urusan pribadi.

Islam juga memiliki konsep:

  • ekonomi,
  • politik,
  • hukum,
  • hingga hubungan internasional.

Dalam sejarah, peradaban Islam pernah menjadi salah satu pusat kekuatan dunia:

  • ilmu pengetahuan berkembang,
  • perdagangan maju,
  • dan stabilitas kawasan terjaga selama berabad-abad.

 

Mengapa Gagasan Khilafah Selalu Diperdebatkan?

Bagi sebagian orang, Khilafah sering langsung dikaitkan dengan ekstremisme.

Padahal inti pembahasannya adalah:

  • persatuan politik umat,
  • kemandirian dunia Islam,
  • dan penerapan nilai Islam secara menyeluruh dalam kehidupan.

Bukan sekadar romantisme sejarah.

Pertanyaan pentingnya justru:

“Mengapa dunia Islam yang kaya sumber daya masih bergantung pada kekuatan asing?”

Mungkin ada yang salah dari sistem yang diterapkan hari ini.

 

Kolonialisme Modern Bekerja Lewat Ekonomi

Hari ini penjajahan tidak selalu memakai senjata.

Ia bekerja lewat:

  • utang,
  • ketergantungan impor,
  • dominasi mata uang,
  • hingga penguasaan aset strategis.

Karena itu Islam melarang riba dan penguasaan kepemilikan publik oleh segelintir pihak.

Sebab ketika energi, tambang, dan pangan dikuasai korporasi global, negara perlahan kehilangan kedaulatannya.

 


Perdebatan tentang Khilafah mungkin tidak akan selesai dalam waktu dekat.

Namun satu hal layak direnungkan:

Selama dunia Islam tetap bergantung pada sistem global yang dibangun kekuatan Kapitalisme, kolonialisme modern kemungkinan akan terus bertahan.

Menurut Anda:

Apakah dunia Islam membutuhkan sistem baru? Atau cukup memperbaiki sistem yang ada saat ini?

Tulis pendapat Anda di kolom komentar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Urgensi Persatuan Dunia Islam di Tengah Kolonialisme Modern"

Post a Comment