Keadaan dunia ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan
Keadaan dunia ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan
Kesimpulan utamanya: Rasulullah ﷺ dilahirkan di tengah masa jahiliah, yaitu keadaan ketika syirik, penyimpangan akidah, adat yang rusak, kezaliman sosial, dan berbagai sistem kehidupan yang bertentangan dengan wahyu telah menguasai masyarakat. Namun, jahiliah tidak berarti bahwa semua orang Arab bodoh secara intelektual atau seluruh sisi kehidupan mereka buruk. Mereka memiliki bahasa, perdagangan, keberanian, syair, dan struktur sosial. Yang dimaksud jahiliah terutama adalah kejahilan dan penyimpangan dari petunjuk Allah dalam akidah dan kehidupan.
Terdapat gambaran yang sangat jelas bahwa Rasulullah ﷺ datang untuk mengubah masyarakat jahiliah secara menyeluruh: akidahnya, pemikirannya, adatnya, perasaannya, dan sistem kehidupannya.
1. Dunia berada dalam penyimpangan besar dari tauhid
Dalil yang sangat kuat untuk menggambarkan keadaan manusia menjelang diutusnya Nabi Muhammad ﷺ adalah hadis riwayat Imam Muslim dari ‘Iyāḍ bin Ḥimār رضي الله عنه.
Rasulullah ﷺ meriwayatkan firman Allah dalam hadis tersebut:
«وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ...»
Maknanya: Allah menciptakan hamba-hamba-Nya dalam keadaan cenderung kepada agama yang lurus, lalu setan-setan memalingkan mereka dari agama mereka.
Kemudian disebutkan:
«وَإِنَّ اللَّهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ»
Artinya secara makna: Allah melihat penduduk bumi, lalu murka kepada orang Arab dan non-Arab, kecuali sisa-sisa dari Ahlul Kitab.
Apa hujjah yang dapat diambil?
Hadis ini menunjukkan bahwa kondisi kerusakan bukan hanya masalah bangsa Arab. Dunia secara luas mengalami penyimpangan agama.
Jadi kelahiran dan kemudian bi‘tsah Rasulullah ﷺ terjadi bukan di tengah dunia yang sehat secara akidah, tetapi di tengah keadaan ketika:
manusia telah menyimpang dari tauhid,
banyak manusia mempersekutukan Allah,
agama-agama terdahulu telah mengalami perubahan dan penyimpangan,
hanya tersisa sebagian kecil orang yang masih berpegang pada kebenaran.
Inilah sebabnya pengutusan Nabi Muhammad ﷺ merupakan kebutuhan besar bagi manusia.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa misi para rasul sejak dahulu adalah:
﴿اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ﴾
“Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.”
Allah berfirman:
﴿وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ﴾
QS. An-Naḥl: 36.
Maka problem paling mendasar dunia sebelum Nabi ﷺ adalah kerusakan hubungan manusia dengan Rabb-nya.
2. Masyarakat Arab hidup dalam akidah jahiliah
Kitab التفكير yang Anda unggah menjelaskan secara eksplisit bahwa Rasulullah ﷺ melakukan perubahan terhadap masyarakat jahiliah dengan cara mengubah:
العقائد الموجودة إلى العقيدة الإسلامية، والأفكار والمفاهيم والعادات الجاهلية إلى أفكار الإسلام ومفاهيمه وأحكامه
Artinya, beliau ﷺ berusaha mengubah akidah-akidah yang ada menjadi akidah Islam, serta mengubah pemikiran, pemahaman, dan kebiasaan jahiliah menjadi pemikiran, konsep, dan hukum Islam.
Ini merupakan dalil penting dari koleksi kitab Anda untuk memahami keadaan sebelum Islam.
Artinya, masalahnya bukan sekadar “ada beberapa kebiasaan buruk”
Masyarakat jahiliah memiliki kerangka berpikir dan cara hidup tersendiri.
Mereka mempunyai:
Bidang Keadaan sebelum Islam
Akidah Keyakinan jahiliah dan kemusyrikan
Pemikiran Konsep-konsep yang tidak bersumber dari wahyu
Adat Kebiasaan jahiliah
Perasaan/loyalitas Terikat kepada ikatan jahiliah
Sistem kehidupan Tidak dibangun di atas hukum Islam
Karena itu, perubahan yang dilakukan Nabi ﷺ bukan hanya menyuruh orang menjadi “lebih baik secara moral”. Beliau ﷺ mengubah fondasi masyarakat.
Kitab tersebut menyatakan bahwa masyarakat bukan sekadar kumpulan individu, tetapi terdiri dari individu, pemikiran, perasaan, sistem, dan hubungan. Karena itu Rasulullah ﷺ mengubah masyarakat jahiliah melalui perubahan akidah, pemikiran, konsep, adat, dan keterikatan masyarakat.
3. Syirik dan penyembahan selain Allah merupakan persoalan sentral
Setelah Rasulullah ﷺ mulai berdakwah secara terbuka, beliau tidak sekadar menyerukan akhlak yang baik.
Dalam kitab التفكير, dijelaskan bahwa beliau menghadapi Quraisy, menyingkap kebatilan:
عقائدها وآلهتها وأفكارها
yakni akidah-akidah mereka, tuhan-tuhan mereka, dan pemikiran mereka.
Kitab itu juga menjelaskan bahwa wahyu turun berturut-turut untuk menyerang dan membongkar kebatilan yang mereka jalankan.
Ini sangat penting secara argumentatif.
Mengapa dakwah Nabi ﷺ langsung menyentuh akidah?
Karena akidah adalah dasar dari kehidupan.
Jika manusia menyembah selain Allah, maka standar benar dan salah, halal dan haram, loyalitas, serta tata kehidupannya akan mudah dibangun di atas selain wahyu.
Karena itu, Al-Qur'an menjadikan seruan tauhid sebagai inti dakwah para rasul:
﴿اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ﴾
Dan penjelasan tafsir terhadap QS. An-Naḥl: 36 menegaskan bahwa para rasul menyeru manusia untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan segala sesembahan selain-Nya.
4. Kehidupan sosial dan ekonomi juga mengandung kerusakan
Kitab التفكير menyebut beberapa praktik masyarakat Quraisy yang menjadi sasaran kritik dan perubahan oleh Islam, antara lain:
memakan riba,
mengubur atau membunuh bayi perempuan (wa’d al-banāt),
mengurangi takaran,
melakukan zina.
Kitab tersebut menjelaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an turun secara berturut-turut menyerang dan membongkar praktik-praktik tersebut.
Ini memberi kita gambaran bahwa jahiliah bukan hanya persoalan ritual penyembahan berhala.
Ia juga tampak dalam praktik kehidupan nyata.
a. Riba
Riba telah menjadi praktik yang dikenal dalam masyarakat sebelum Islam, sehingga Islam datang dengan larangan dan pengaturan ekonomi berdasarkan hukum syariat.
b. Penipuan dan pengurangan takaran
Adanya kecaman terhadap taṭfīf al-kayl menunjukkan adanya kerusakan dalam transaksi dan kejujuran ekonomi.
c. Zina
Islam datang tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi membangun konsep pergaulan dan penjagaan hubungan laki-laki serta perempuan berdasarkan hukum syariat.
d. Perlakuan terhadap bayi perempuan
Praktik wa’d al-banāt menjadi salah satu simbol kerasnya sebagian adat jahiliah. Al-Qur'an sendiri menggambarkan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup dan akan ditanya karena dosa apa ia dibunuh.
Jadi, ketika Nabi ﷺ lahir, beliau lahir di tengah masyarakat yang dalam sebagian praktiknya belum memiliki perlindungan yang benar terhadap martabat manusia.
5. Ada pula praktik ekonomi jahiliah berupa pungutan atau bea yang dihapus Islam
Dalam kitab النظام الاقتصادي في الإسلام, terdapat pembahasan bahwa salah satu kebiasaan jahiliah adalah pengambilan ‘usyūr/mukūs atas perdagangan.
Kitab tersebut menyatakan bahwa itu merupakan:
من سنة الجاهلية
yakni termasuk kebiasaan jahiliah, kemudian Allah membatalkannya dengan Islam melalui Rasulullah ﷺ.
Dengan demikian, perubahan Islam juga menyentuh struktur ekonomi dan kebijakan publik, bukan hanya hubungan individual seseorang dengan Allah.
Ini memperkuat gambaran bahwa Rasulullah ﷺ datang membawa perubahan:
akidah → pemikiran → akhlak → muamalah → sistem kehidupan.
6. Masyarakat terikat oleh ikatan dan sentimen jahiliah
Kitab-kitab yang Anda unggah menggunakan istilah yang sangat penting:
الارتباط بعقائد الجاهلية وأفكارها وعاداتها
yaitu keterikatan masyarakat kepada akidah, pemikiran, dan adat jahiliah.
Rasulullah ﷺ kemudian menggantinya dengan keterikatan kepada:
العقيدة الإسلامية وأفكار الإسلام وأحكامه
yakni akidah Islam, pemikiran Islam, dan hukum-hukum Islam.
Dengan kata lain, problem jahiliah bersifat struktural dan konseptual, bukan hanya kesalahan pribadi.
Inilah argumen pentingnya:
Jika masalah masyarakat hanya terletak pada individu-individu yang nakal, cukup dengan nasihat akhlak. Tetapi jika akidah, pemikiran, adat, hubungan, dan aturan hidup telah rusak, maka diperlukan perubahan mendasar.
Dan inilah yang dilakukan Rasulullah ﷺ.
7. Namun, tidak tepat mengatakan semua orang Arab adalah buruk
Ini perlu diberi catatan ilmiah.
Ketika kita mengatakan “masyarakat jahiliah”, jangan sampai kita membayangkan bahwa setiap orang Arab adalah:
penyembah berhala,
pembunuh bayi,
pezina,
penipu,
atau manusia tanpa nilai positif.
Tidak demikian.
Bahkan hadis Sahih Muslim yang telah disebutkan memberi pengecualian:
«إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ»
“kecuali sisa-sisa dari Ahlul Kitab.”
Jadi, sekalipun keadaan umum dunia mengalami penyimpangan, masih terdapat orang-orang atau kelompok yang memiliki sisa keterikatan kepada kebenaran.
Demikian pula, dalam masyarakat Arab terdapat berbagai karakter dan kondisi. Karena itu, secara ilmiah kita tidak boleh membuat generalisasi berlebihan.
8. Mengapa Rasulullah ﷺ harus membawa perubahan yang menyeluruh?
Di sinilah hujjah dari kitab-kitab Anda menjadi sangat kuat.
Kitab التفكير menjelaskan bahwa masyarakat terdiri dari:
individu, pemikiran, perasaan, sistem, dan hubungan.
Karena itu Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya memperbaiki satu sisi saja. Beliau melakukan perubahan bertahap terhadap seluruh unsur tersebut.
Prosesnya dapat dipahami sebagai berikut:
Tahap pertama: mengubah akidah
Dari akidah jahiliah menuju:
العقيدة الإسلامية
Tahap kedua: mengubah pemikiran dan konsep
Dari:
أفكار ومفاهيم الجاهلية
menjadi:
أفكار الإسلام ومفاهيمه
Tahap ketiga: mengubah adat dan perilaku
Dari:
عادات الجاهلية
kepada hukum dan konsep Islam.
Tahap keempat: mengubah keterikatan dan perasaan masyarakat
Dari keterikatan terhadap identitas dan konsep jahiliah menuju keterikatan kepada akidah Islam.
Tahap kelima: membentuk masyarakat Islam
Kitab tersebut menjelaskan bahwa setelah mayoritas penduduk Madinah memeluk Islam dan mengadopsi akidah, pemikiran, konsep, dan hukum Islam, Rasulullah ﷺ berhijrah dan mulai menerapkan hukum Islam sehingga terbentuklah masyarakat Islam.
9. Perubahan dari jahiliah menuju Islam akhirnya mencapai Jazirah Arab
Kitab الدولة الإسلامية menggambarkan hasil akhir perjuangan Nabi ﷺ.
Disebutkan bahwa setelah Islam masuk ke seluruh Jazirah Arab:
قضي على الشرك فيها
“kemusyrikan di sana telah diselesaikan/dihapuskan.”
Dan Jazirah Arab menjadi:
دار إسلام تحكم بالإسلام كله عقيدة ونظاماً
yakni negeri Islam yang diatur dengan Islam secara akidah dan sistem.
Perbandingan ini sangat kuat:
Ketika Rasulullah ﷺ lahir
terdapat akidah jahiliah,
terdapat penyembahan selain Allah,
terdapat adat jahiliah,
terdapat riba,
terdapat pengurangan takaran,
terdapat zina,
terdapat praktik penguburan bayi perempuan,
terdapat sistem dan kebiasaan yang tidak dibangun di atas Islam.
Ketika Rasulullah ﷺ menyelesaikan risalahnya
Jazirah Arab telah mengalami perubahan besar:
akidah Islam menggantikan akidah jahiliah,
syirik diperangi dan dihilangkan dari Jazirah,
masyarakat memeluk Islam,
hukum-hukum Islam diterapkan,
terbentuk masyarakat dan negara Islam.
Kesimpulan: seperti apa dunia ketika Nabi Muhammad ﷺ dilahirkan?
Jawaban yang paling tepat adalah:
Rasulullah ﷺ dilahirkan ketika dunia mengalami krisis besar dalam petunjuk agama dan kehidupan manusia. Di Jazirah Arab terdapat masyarakat jahiliah yang akidah, pemikiran, adat, perasaan, serta berbagai praktik kehidupannya telah menyimpang dari petunjuk Allah. Syirik menjadi persoalan utama, sementara berbagai bentuk kerusakan sosial dan ekonomi seperti riba, pengurangan takaran, zina, dan praktik penguburan bayi perempuan juga terdapat dalam masyarakat.
Namun, jahiliah tidak berarti seluruh orang Arab sama buruknya dan tidak memiliki nilai positif sama sekali. Yang dimaksud adalah bahwa kerangka dominan kehidupan mereka tidak berdiri di atas wahyu dan tauhid yang benar.
Karena itulah Rasulullah ﷺ datang bukan sekadar untuk memperbaiki beberapa kebiasaan, tetapi untuk melakukan perubahan mendasar:
mengubah akidah jahiliah → menjadi akidah Islam
mengubah pemikiran jahiliah → menjadi pemikiran Islam
mengubah adat jahiliah → menjadi hukum Islam
mengubah masyarakat jahiliah → menjadi masyarakat
@Portal Peradaban Islam

0 Response to "Keadaan dunia ketika Rasulullah ﷺ dilahirkan"
Post a Comment